Rabu, 18 November 2015

Samsung Labeli Galaxy Note 5 agar Tidak Rusak

Samsung Labeli Galaxy Note 5 agar Tidak Rusak

Deliusno - Kompas Tekno
Kamis, 19 November 2015 | 09:19 WIB
Oik Yusuf/ Kompas.com                                                                                                                                                                        Galaxy Note 5
KOMPAS.com - Perangkat phablet Galaxy Note 5 memiliki satu kelemahan dari segi desain. Kelemahan tersebut terdapat dalam mekanisme stylus S Pen dan ruang tempat menyimpannya di tubuh perangkat yang bersangkutan.

Jika pengguna menyimpan S Pen dalam kondisi terbalik, yaitu ujung pena runcing di sisi luar, smartphone high-end milik Samsung ini bisa saja tidak lagi mengenali stylus tersebut.

Samsung pun telah menyadari adanya masalah tersebut. Sebuah langkah preventif lalu diambil untuk mencegah timbulnya masalah terkait S Pen.

Sebagaimana KompasTekno rangkum dari Android Authority, Kamis (19/11/2015), langkah itu berupa dibubuhkannya label peringatan di bagian pelindung layar pada setiap Galaxy Note 5 baru.

"Peringatan! Pastikan untuk memasukkan S Pen dengan ujung pena mengarah ke bagian dalam. Memasukkan S Pen dengan cara yang salah dapat menyebabkan pena menjadi macet dan dapat merusaknya dan telepon Anda," bunyi peringatan dalam label tersebut.

Android AuthorityPeringatan di label layar Galaxy Note 5

Memang pengguna bisa saja tidak memperhatikan peringatan ini. Saat membuka kotak, ada kemungkinan pengguna langsung melepas label itu tanpa membacanya.

Namun, pengguna sudah tidak bisa menyalahkan Samsung lagi atas kelemahan dari segi desain tersebut. Pasalnya, Samsung sudah memberikan peringatan di tempat yang seharusnya mudah terbaca oleh pengguna baru.

Kesalahan menyimpan S Pen memang bisa membawa akibat tidak enak. Selain bisa membuat stylus itu sulit dikeluarkan, beberapa fitur terkait S Pen bisa jadi tak bisa digunakan lagi.
Editor: Reza Wahyudi
SumberAndroid Authority

Sirkuit Sentul Mulai Dirombak untuk MotoGP 2017

Kamis, 19 November 2015 | 07:24 WIB














Jakarta, KompasOtomotif – Pada Rabu (18/11/2015) lalu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sudah melakukan penandatanganan letter of intent (LOI) dengan pihak penyelenggaraMotoGP, Dorna Sport.

Artinya, langkah tersebut menunjukan bahwa peluang Indonesia menjadi salah satu tuan rumah MotoGP 2017 semakin mendekati kenyataan.

Selanjutnya, selain membuat Keputusan Presiden (Keppres), langkah yang harus dilakukan oleh pemerintah, yakni merombak sirkuit internasional Sentul. Lantas kapan sirkuit Sentul direnovasi?

Direktur Sirkuit Internasional Sentul Tinton Soeprapto menjelaskan, mulai Desember 2015 mendatang, sirkuit Sentul akan dirombak. Renovasinya tidak akan dilakukan secara menyeluruh, tapi secara bertahap.

“Kita mulai dari bangunan-bangunannya dulu seperti, Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) akan dihancurkan, dan bangunan-bangunan lainnya juga. Kita belum menghancurkan lintasan di Desember nanti,” kata Tinton kepada KompasOtomotif melalui sambungan telepon.


Dijelaskan Tinton, proses perombakan total sirkuit Sentul akan dilakukan pada April 2016 mendatang dan akan selesai di 2017 nanti. “Jadi Desember Sentul tetap dibuka untuk umum, dan baru kita tutup total di April 2016 nanti,” ujar Tinton.

Sirkuit Sentul akan dipugar dan calon arsiteknya diantaranya Hermann Tilke, Jarno Zaffelli dan Dafydd Broom, tapi kandidat terkuat adalah Hermann Tilke, karena ia juga bisa sekaligus mendesain sirkuit untuk balapan MotoGP dan Formula 1 (F1).