Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Januari 2016

Saksi Ahli: Alat Bukti Polisi Cukup untuk Jerat Pembunuh Mirna

Saksi Ahli: Alat Bukti Polisi Cukup untuk Jerat Pembunuh Mirna

Liputan6.com, Jakarta - Guru besar psikologi Universitas Indonesia (UI) bidang psikologi sosial, Sarlito Wirawan Sarwono, dilibatkan sebagai saksi ahli dalam kasus 'kopi maut' Mirna.
Keterangannya diharapkan mampu menguak misteri di balik kematian Wayan Mirna Salihin yang diduga tewas setelah menyerupuh kopi bercampur racun sianida.

Sebagai saksi ahli psikologi, Sarlito menilai alat bukti yang dimiliki polisi untuk menjerat calon tersangka penabur sianida di kopi Mirna sudah cukup kuat.

"Kami di sini diminta Pak Dir untuk jadi saksi ahli dalam kasus Mirna. Saya berikan kesaksian dan saya laporkan ke berita acara," kata Sarlito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (28/1/2016).

"Alat buktinya signifikan. Terserah kanit (kepala unit/penyidik) yang melanjutkan," imbuh Sarlito.

Menurut Sarlito alat bukti tersebut sangat krusial. Dan jika diungkap di pengadilan dapat memberatkan si calon tersangka pembunuh Mirna. Namun dia enggan menjelaskan secara detail analisanya, karena kapasitasnya tidak untuk mengungkapkan ke publik.

"Saya tidak diperkenankan berikan informasi. Alat buktinya krusial, pokoknya sudah siap (disidangkan) lah," pungkas Sarlito.

Jumat, 22 Januari 2016

Masih SMA Sudah Jadi Bos Begal

Masih SMA Sudah Jadi Bos Begal

Liputan6.com, Palembang - Aksi begal motor masih sering terjadi di Palembang. Pelakunya tidak hanya dari kalangan residivis dan penjahat 'senior', tapi kini juga pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA).

Anak-anak SMA yang masih berumur belasan tahun itu, tidak hanya jadi anggota biasa, tapi malah sudah menjadi ketuanya.

Jajaran Ditreskrimum Polda Sumsel, Selasa (12/1/2016) baru saja mengamankan, 3 begal. Yakni, Iwan Saputra (17), Renaldi (18) dan Medi Saputra (15), yang masih tercatat sebagai pelajar salah satu SMA di Palembang.

Dari informasi yang dihimpun, ‎penangkapan berawal saat tersangka Medi dan Renaldy hendak menjual motor Suzuki Satria BG 3892 RB dipasar Cinde Palembang.

Saat akan bertransaksi, salah satu korbannya yang juga ada di lokasi sama mengenali sepeda motor miliknya. Korban pun langsung melaporkan ke petugas yang saat itu sedang berpatroli dan kedua tersangka langsung ditangkap polisi.

Dari kesaksian kedua tersangka, ada dua pelaku lainnya yang ikut membantu aksi pembegalannya, yaitu  Iwan dan M yang menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tak butuh waktu lama, Iwan dan tersangka lainnya pun langsung diciduk di kediamannya di Jalan Ahmad Yani Lorong Gang Sabar Kelurahan 8 ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang.

Dari pengakuan Iwan, mereka telah melakukan aksinya sebanyak tiga kali secara bersama-sama, sedangkan aksi yang terakhir mereka lakukan di areal pemukimannya sendiri, Sabtu lalu (11/1/2016).

"Sudah tiga kali, terakhir di Jalan A Yani. Kami melakukannya berempat saat itu. Dari pertama kali begal, hasil uangnya kami belikan miras, soalnya kami berempat nggak ada uang tiap kali mau minum‎," ujar Iwan saat di amankan di Mapolda Sumsel.

Tersangka Medi yang merupakan siswa di salah satu sekolah yang berada di daerah Plaju ini mengatakan, jika dirinya hanya ikut-ikutan saja saat ketiga temannya mengajaknya untuk melakukan aksi begal tersebut.

"Saya cuma ikut-ikutan saja pak, waktu itu Iwan yang punya ide untuk melakukan begal" ungkap Medi.

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Irsan Sinuhaji mengatakan, jika ketiga tersangka merupakan residivis kejahatan jalanan yang sering meresahkan warga d isekitar Jalan Kertapati hingga Jakabaring.

Untuk barang bukti yang diamankan, berupa satu bilah pisau milik tersangka dan satu unit motor milik korban yang pernah di begal tersangka di Jalan A Yani Lorong Bungaran Kecamatan SU I Palembang.

"Ketiga tersangka beserta barang bukti pisau dan satu unit motor hasil begal tersangka kini sudah kita amankan, sedangkan pelaku M kini sedang dalam pengejaran. Akibat ulahnya tersangka akan kita jerat pasal 365 KUHP," tandas Irsan.

Bertengkar dengan Pacar, Pemuda Ini Bunuh Ayam tiap 15 Menit

Bertengkar dengan Pacar, Pemuda Ini Bunuh Ayam tiap 15 Menit

Liputan6.com, Alabama Mabuk cinta terkadang dapat membuat seseorang 'gelap mata'. Seperti yang dialami pemuda asal Alabama bernama Hayden Smith yang melakukan sesuatu di luar nalar, hanya karena cinta.
Dilansir dari metro.co.uk, Minggu (5/7/2015), saat mengalami masalah dalam hubungan asmara, Hayden nekat mengancam ibu kandungnya dan membunuh ayam peliharaan milik sang ibu setiap 15 menit sekali di rumahnya sendiri.
Pemuda berusia 18 tahun itu dikabarkan tengah bertengkar dengan kekasihnya. Merasa sakit hati dan tak ingin kehilangan cinta, ia pun meminta ibunya agar membantu memperbaiki hubungannya dengan sang kekasih.
Namun, bukannya berbicara dengan baik-baik kepada sang ibu, remaja galau itu justru mengancam ibunya bahwa ia akan membakar rumah dan bunuh diri jika ibundanya tidak bisa membuat hubungannya dengan sang kekasih membaik.
Hayden pun memberikan batas waktu beberapa jam kepada sang ibu. Jika ibunya tidak berhasil, ia benar-benar akan membakar rumah.
Sambil menunggu tindakan sang ibu untuk mengambil hati kekasihnya, Hayden memotong ayam peliharaan milik ibunya setiap 15 menit sekali.
Setiap kali membunuh ayam, pemuda patah hati itu mengirim 'teror' kepada ibunya berupa pesan yang berisi gambar mayat ayam. Dari pesan gambar yang dikirim, Hayden diketahui telah berhasil membunuh sedikitnya 6 ekor ayam milik sang ibu.
Merasa tindakan sang anak sudah melampaui batas kewajaran, sang ibu meminta polisi untuk menghentikan aksi buah hatinya.
Hayden akhirnya ditangkap kepolisian setempat atas tuduhan kekerasan dalam rumah tangga dan tindakan kriminal. Kini, remaja galau itu pun harus mempertanggungjawabkan tindakannya. Duh, ada-ada saja. (Dsu)