Tampilkan postingan dengan label sains dan teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sains dan teknologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Januari 2016

Pengguna Internet Mempengaruhi Gaya Hidup Global

Pengguna Internet Mempengaruhi Gaya Hidup Global

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada tahun 2016 internet akan menjadi dasar dari cara dunia bekerja, travelling, bersosialisasi, dll

Pengguna Internet Mempengaruhi Gaya Hidup GlobalIlustrasi remaja dan smartphone. (Thinkstock)
Pengguna Internet Mempengaruhi Gaya Hidup Global
Beberapa tahun lalu, publikasi berita didominasi dengan internet dan hal ini mengubah cara pengguna dalam melakukan sesuatu. Tahun ini, menurut laporan tren konsumen tahunan, sebaliknya pengguna lah yang mengubah Internet.
Tren luas ini diambil dari survei tidak hanya dari konsumen di New York, Paris dan Tokyo, tetapi juga di Moskow, Istanbul, Shanghai, Johannesburg, Sao Paulo dan kota-kota lain di seluruh dunia.
Ericsson ConsumerLab, penyedia teknologi komunikasi dan jasa multinasional milik Swedia dalam laporan tahunan memaparkan Hot Consumer Trend, yakni survei sampel yang mewakili 68 juta warga perkotaan, berusia 15-69 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada tahun 2016, Internet akan menjadi dasar dari cara dunia bekerja, melakukan perjalanan, bersosialisasi, menonton TV, berbelanja, berolahraga dan bahkan mengontak layanan darurat.
Michael Bjorn, pemimpin tim Ericsson ConsumerLab, mengatakan jika timnya mengidentifikasi 10 tren yang unik mengenai apa yang konsumen harapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka, dan itu semua melibatkan internet.
Konsumen Menciptakan Perubahan
"Tren pertama yang kita bicarakan adalah apa yang kita sebut Efek Jaringan Gaya Hidup,'" kata Bjorn.
Itulah yang terjadi ketika banyak orang menggunakan layanan yang sama, sehingga suara semua orang dapat dinilai.
 "Kita melihat ini dalam skala lebih besar bahwa ia memiliki, tentu saja, efek bola salju pada bagaimana kita hidup kehidupan kita." Ungkap Bjorn
Teknologi baru diadopsi begitu cepat sehingga pengadopsi awal kurang mempengaruhi pada apa yang terjadi di pasar massal, sementara produk dan layanan baru sukses menjangkau konsumen jauh lebih cepat dari sebelumnya.

Rabu, 13 Januari 2016

Duh, Gamer Makin Doyan Nonton Film Panas di PlayStation 4


Duh, Gamer Makin Doyan Nonton Film Panas di PlayStation 4
By 
Liputan6.com, Tokyo - Di era berkembangnya teknologi gaming current generation saat ini, konsol seperti PlayStation 4 (PS4), Xbox One, dan juga Wii U tak hanya sekadar menjadi konsol gaming saja. 

Hadirnya koneksi internet di ketiga konsol papan atas tersebut memudahkan penggunanya untuk browsing dan melakukan banyak hal, termasuk membuka situs dewasa.

Ya, fakta mengejutkan ini baru saja dilaporkan lewat sebuah data yang dirilis langsung oleh salah satu situs dewasa populer. Terkuak, PS4 menjadi konsol yang paling sering mengakses situs dewasa dengan jumlah persentase hampir 50 persen di 2015.

Situs panas asal Amerika Serikat itu juga membandingkan persentase gamer yang menonton film dewasa via PS4 dengan konsol lainnya.

Menurut yang dilansir Gamespot, Selasa (11/1/2016), peningkatan persentase PS4 bisa dibilang cukup tajam. Per 2014, jumlah pengguna PS4 yang menonton film dewasa diungkap sebanyak 40 persen. 

Lalu di tahun berikutnya, jumlah pengguna bertambah hingga lebih dari 46,9 persen. Berbeda dengan Xbox One, konsol besutan Microsoft tersebut mengalami penurunan dari 45,7 persen dari tahun 2014 menjadi 37,9 persen pada tahun ini.

Sekadar informasi, PS4 sendiri memang memiliki angka penjualan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Xbox One. Sementara, sisa persentase pengujung situs dewasa tersebut didapuk Wii dengan jumlah 8,9 persen, lalu disusul dengan konsol handheld 3DS di angka kurang dari 2 persen.
Satu hal yang lebih mengejutkan lagi, alasan para gamer tersebut mengunjungi situs dewasa tak lain semata-mata ingin membocorkan video gameplay dari game yang belum dirilis lewat kolom komentar yang ada di bawah video.

Sebut saja Fallout 4 yang pada beberapa saat lalu gameplay-nya bocor di sebuah situs dewasa oleh salah seorang gamer. Akibatnya, Bethesda selaku publisher game action adventure open-world tersebut harus menghilangkan link bocoran secara paksa di situs dewasa asal AS itu.

(Jek/Isk)

Gunung Es Raksasa Berpotensi Perlambat Perubahan Iklim

Gunung Es Raksasa Berpotensi Perlambat Perubahan Iklim

ABCGunung es raksasa mencair. Proses ini dikenal sebagai proses fertilisasi lautan.
KOMPAS.com — Para ilmuwan telah membuat penemuan mengejutkan dengan menyatakan gunung es raksasa yang mencair sebenarnya justru dapat memperlambat pemanasan global.

Gambar satelit menunjukkan, ketika gunung es raksasa mencair, mereka justru meninggalkan jejak nutrisi.

Nutrisi ini akan merangsang pertumbuhan kehidupan laut, yang menyebabkan jutaan ton karbon akan diserap dari atmosfer.

Ini adalah proses yang dikenal sebagai fertilisasi laut.
Profesor Grant Bigg, pakar oseanografi dari Universitas Sheffield, merupakan bagian dari tim peneliti yang menganalisis citra satelit dari sekitar 17 gunung es raksasa di Samudra Selatan.
"Ini merupakan kejutan besar," katanya. "Ketika Anda melihat gunung es raksasa, pengaruh dari nutrisi yang berasal dari es yang mencair ini sebenarnya empat sampai 10 kali lebih besar dari yang bisa kita harapkan dari gunung es berukuran biasa," ujarnya.

Gunung es raksasa sedikitnya berukuran 18 kilometer dan bisa meninggalkan jejak nutrisi yang terentang hingga 1.000 kilometer.
Tim peneliti menemukan bahwa gunung es raksasa mampu menyerap sekitar 10-40 juta ton karbon per tahun dengan menghasilkan lingkungan terapung yang pada gilirannya akan mempromosikan pertumbuhan algae dan organisme kecil lainnya yang dapat mengekstrak karbon dari atmosfer.

"Kami memperkirakan bahwa antara 5 dan 10 persen dari semua karbon, yang diekspor dari permukaan air di Samudra Selatan hingga ke laut dalam, pasti berasal dari gunung es ini yang menyebar dan menyuburkan perairan sebagai hasilnya dapat menyuburkan dan menghilangkan fitoplankton," tulis para peneliti.

Profesor Bigg mengatakan, tampaknya akan terjadi peningkatan proses fertilisasi lautan karena terdapat lebih banyak es yang mencair di Antartika.
Namun, mungkin, mengingat dampak dari emisi gas rumah kaca, gunung es yang mencair itu tidak akan berpengaruh apa-apa dalam memperlambat kenaikan permukaan laut.

"Itu salah satu kekhawatiran utama," katanya.

"Gunung es sendiri ketika telah berada lautan terbuka mungkin memiliki efek yang relatif baik ini. Namun, air tawar juga akan mengubah arus laut... dan itu bisa berdampak pada mekanisme Samudra Selatan," ujarnya. (Bridget Brennan)
Editor: Tri Wahono
SumberAustralia Plus ABC

Rabu, 09 Desember 2015

Perubahan Iklim, 7 Juta Manusia Terancam Tewas per Tahun

Perubahan Iklim, 7 Juta Manusia Terancam Tewas per Tahun

Sabtu, 5 Desember 2015 | 21:57 WIB
www.diplomate.gov.fr                                                                                                                                                               UNFCCC COP 21
PARIS, KOMPAS.com – Sebanyak tujuh juta manusia terancam meninggal setiap tahun akibat perubahan iklim dunia. Dunia didesak untuk melakukan tindakan serius menangani ancaman ini.

Demikian hasil studi The Lancet, jurnal medis terkemuka di dunia, yang dipublikasikan di sela-sela Konferensi Perubahan Iklim ke-21 di Paris, Perancis, Jumat, (4/12/2015).

Hasil studi tersebut mendorong aliansi dokter, perawat, dan tenaga profesional kesehatan di seluruh dunia mendeklarasikan Gerakan Perubahan Iklim untuk Kesehatan Dunia.

Aliansi ini menaungi 1.700 tenaga kesehatan, 8.200 rumah sakit, dan 13 juta tenaga kesehatan professional yang tersebar di seluruh dunia.

Menanggapi laporan tersebut, Direktur Jenderal WHO Margaret Chan, mendorong para kepala negara yang hadir dalam konferensi untuk menghasilkan kesepakatan nyata mengenai perbaikan lingkungan.

“Perubahan Iklim, membawa konsekuensi dampak terhadap kesehatan, harus ada yang dilakukan sekarang, untuk masa depan kemanusiaan,” kata Margaret.

Efisiensi

Sementara, CEO Gunderson Health System, Jeff Thomson, mengemukakan, banyak organisasi-organisasi di seluruh dunia telah mampu meningkatkan kesehatan pasien dan masyarakat. Organisasi-organisasi tersebut juga mampu melakukan efisiensi di bidang perawatan.

"Sebagai pemimpin kesehatan kita memiliki dua kewajiban moral yaitu menjaga lingkungan kita dan tanggung jawab ekonomi untuk melakukannya dalam cara yang efisien dan hemat biaya," ujar dia.

Sistem kesehatan Gundersen, kata dia, telah mampu menurunkan emisi CO2 sebesar 80 persen hanya dalam tujuh tahun dan menghemat jutaan dolar AS.
Penulis: Kontributor Bengkulu, Firmansyah
Editor: Heru Margianto

Rabu, 18 November 2015

Samsung Labeli Galaxy Note 5 agar Tidak Rusak

Samsung Labeli Galaxy Note 5 agar Tidak Rusak

Deliusno - Kompas Tekno
Kamis, 19 November 2015 | 09:19 WIB
Oik Yusuf/ Kompas.com                                                                                                                                                                        Galaxy Note 5
KOMPAS.com - Perangkat phablet Galaxy Note 5 memiliki satu kelemahan dari segi desain. Kelemahan tersebut terdapat dalam mekanisme stylus S Pen dan ruang tempat menyimpannya di tubuh perangkat yang bersangkutan.

Jika pengguna menyimpan S Pen dalam kondisi terbalik, yaitu ujung pena runcing di sisi luar, smartphone high-end milik Samsung ini bisa saja tidak lagi mengenali stylus tersebut.

Samsung pun telah menyadari adanya masalah tersebut. Sebuah langkah preventif lalu diambil untuk mencegah timbulnya masalah terkait S Pen.

Sebagaimana KompasTekno rangkum dari Android Authority, Kamis (19/11/2015), langkah itu berupa dibubuhkannya label peringatan di bagian pelindung layar pada setiap Galaxy Note 5 baru.

"Peringatan! Pastikan untuk memasukkan S Pen dengan ujung pena mengarah ke bagian dalam. Memasukkan S Pen dengan cara yang salah dapat menyebabkan pena menjadi macet dan dapat merusaknya dan telepon Anda," bunyi peringatan dalam label tersebut.

Android AuthorityPeringatan di label layar Galaxy Note 5

Memang pengguna bisa saja tidak memperhatikan peringatan ini. Saat membuka kotak, ada kemungkinan pengguna langsung melepas label itu tanpa membacanya.

Namun, pengguna sudah tidak bisa menyalahkan Samsung lagi atas kelemahan dari segi desain tersebut. Pasalnya, Samsung sudah memberikan peringatan di tempat yang seharusnya mudah terbaca oleh pengguna baru.

Kesalahan menyimpan S Pen memang bisa membawa akibat tidak enak. Selain bisa membuat stylus itu sulit dikeluarkan, beberapa fitur terkait S Pen bisa jadi tak bisa digunakan lagi.
Editor: Reza Wahyudi
SumberAndroid Authority